Home Hacker Korsel Atasi Serangan Cyber Korut Dengan Merekrut Para Hacker Muda

Korsel Atasi Serangan Cyber Korut Dengan Merekrut Para Hacker Muda

1189
0
SHARE

Cheon Joon-Sahng barangkali tidak terlihat selayaknya seperti seorang tentara elit, namun pria muda pemalu ini merupakan murid dari South Korean High School yang dididik khusus untuk berperan dalam perang dunia maya untuk garis terdepan di masa mendatang dengan Korea Utara.

Cheon, 18 tahun, merupakan salah seorang dari 60 pakar komputer muda yang direkrut untuk program pemerintah Korea Selatan yang selanjutnya diberikan pendidikan khusus tentang analisis kelemahan, digital forensic dan cloud-computing security.

Pada awal bulan ini, dalam sebuah upacara oleh Institut Penelitian Teknologi Informasi Korea (KITRI) di selatan ibukota Seoul, Cheon dan 5 murid lainnya mendapatkan sertifikat “Best of the Best” dan hadiah uang senilai 20 juta won (18 ribu dolar).

Program pendidikan latihan ini dilaksanakan atas keprihatinan yang kian bertambah banyak terhadap serangan cyber ke Korea Selatan. Sebelumnya ada dua serangan cyber besar yang terjadi di Korea Selatan, yaitu pada tahun 2009 dan 2011.Pemerintah Korea Selatan sendiri menuduh Korea Utara sebagai pelakunya dan pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Lalu pada serangan cyber yang kedua terjadi kelumpuhan jaringan secara menyeluruh pada instansi pemerintah dan lembaga keuangan yang ada di Korea Selatan, dalam kasus ini untuk satu bank saja telah memberikan dampak buruk terhadap jutaan nasabah, karena mereka tidak dapat menggunakan fasilitas kartu kredit dan ATM dalam waktu selama seminggu.

Dari pihak Korea Utara sendiri, menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan telah merencanakan serangan cyber secara terus-menerus sehingga menyebabkan beberapa situs resmi Korea Utara mengalami kelumpuhan.

“Perang cyber antar duo Korea semakin gencar,” kata Lee Seung-Jin, trainer dan konsultan penelitian komputer pemerintah Korea Selatan.

Cheon dan lulusan lainnya bukan ditempatkan di militer, tujuan direkrutnya mereka adalah untuk mengamankan perguruan tinggi dan instansi non-militer lainnya. Setelah lulus, Cheon mengatakanuntuk kedepannya ia berencana akan menjadi konsultan keamanan internet di sektor swasta.

“Program ini telah memainkan peran penting dalam pembangunan karir saya, jadi saya tidak keberatan apabila nantinya harus ditugaskan di komando cyber militer,” katanya. “Serangan cyber Korea Utara telah memunculkan berbagai investasi dalam keamanan internet di negara kita,” tambahnya.

Pada awal tahun 2010 pihak Militer Korea Selatan mebuat sebuah gagasan untuk atasi serangan cyber Korut dengan merekrut para hacker muda. Langkah ini kemudian didukung dari pihak terkait dengan menjalin kemitraan bersama Universitas Korea, kemudian mendirikan sekolah perang cyber pada tahun 2012 dimana setiap tahunnya telah meluluskan 30 siswa.

“Korea Selatan termasuk ke dalam negara adidaya Informasi Teknologi dengan fasilitas infrastruktur yang baik akan tetapi masih rentan terhadap tindak peretasan (hacking),” kata Park Soon- Tai, manajer tim dari badan respon hacking.

Berdasarkan keterangan dari pejabat intelijen yang dikutip oleh media Korea Selatan, Korea Utara diyakini telah memiliki unit perang cyber yang dikelola oleh sekitar 3.000 orang yang terlatih untuk literasi komputer mereka.

Militer Korea Selatan memiliki sistem level peringatan khusus yang disebut Infocon yang akan menginformasikan kemungkinan serangan cyber yang akan segera terjadi. Saat ini, dengan ketegangan militer tingkat tertinggi di semenanjung Korea dalam beberapa tahun setelah uji coba nuklir Korea Utara bulan lalu, Infocon level meningkat dari 5 ke 4.


LEAVE A REPLY

3 × three =