Home Cyber Crime Kapolri antipasi bahaya cyber crime

Kapolri antipasi bahaya cyber crime

789
0
SHARE

Kapolri dalam kesempatannya usai diskusi mengenai bahaya cyber crime dan kejahatan perbankan berbasis informasi teknologi menyampaikan pesan bahwa penggunaan creditcard dan kartu elektronik lainnya bisa mengandung kerawanan. Untuk itu setiap perbankan yang memnfaatkan teknologi informasi ini harus memahami bahasa komputer serta merekrut ahli profesional dalam bidang jaringan teknologi informasi.

“Sebisa mungkin pengaman diubah paling tidak satu pekan sekali,” ucapnya. Pengamanan ini tentunya bisa dilakukan perubahan kearah yang lebih baik menyangkut kenyamanan bagi setiap nasabah. Namun langkah ini tidak mudah, mengingat pergantian pengaman pun selayaknya bisa disadap.

Kapolri juga menyebutkan semakin banyak perbankan memiliki jaringan hingga ke pelosok daerah, tindak pembobolan semakin tinggi. Apalagi pengaman pita magnet kartu debit maupun kredit sangat mudah untuk dibaca saat melakukan transaksi. “Ketika nomor dalam pita magnet ditemukan, dana seseorang bisa dipindahkan,” ujar Sutarman.

Ia mengungkapkan bahwa setiap perbankan harus melakukan pengawasan terhadap jaringan mereka oleh para ahli profesional dibidangnya. Kepolisian sendiri telah mengungkap adanya kegiatan cyber crime yang melibatkan transaksi perbankan dengan nilai yang besar dan pelaku juga dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

“Website Polri aja di-hack, lucu lucu, tapi keesokan harinya website udah normal kembali”, kata Sutarman. Ia berharap pada seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan jika ada terjadi tindak penyimpangan transaksi dari daerah tertentu meskipun nilainya sekecil apapun. Dengan demikian, ia melanjutkan, Kepolisian bisa mengetahui modus kejahatan dan kelemahan sistem perbankan.


LEAVE A REPLY

five × 5 =