Home Malware Indonesia Masuk Daftar Korban serangan Regin Malware

Indonesia Masuk Daftar Korban serangan Regin Malware

856
0
SHARE

Program mata-mata tercanggih yang pernah ada saat ini yang disebut Regin sudah ditemukan keberadaannya oleh para peneliti keamanan belum lama ini. Malware Regin ini dikhawatirkan oleh para peneliti karena memiliki kemampuan untuk memata-matai yang super canggih dan di sinyalir setara dengan malware Stuxnet.

Sejauh ini belum diketahui siapa dibalik munculnya malware super canggih ini, tapi menurut laporan yang disampaikan oleh Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team bahwa Indonesia termasuk salah satu korban serangan tersebut.

Kapersky Labs mengungkapkan bahwa penelitinya telah mengendus adanya malware Regin ini sejak 2012. Kemudian peneliti terus mengumpulkan sampel secara intents dengan melacak keberadaan malware tersebut di seluruh dunia. Dan hasilnya Kaspersky mendapatkan sample yang terlibat dalam beberapa serangan terhadap instansi pemerintah dan operator telekomunikasi.

Meski penelitian Kaspersky menyebutkan Regin tak berbahaya, tapi program ini punya kemampuan infeksi yang canggih. “Platform (Regin) mampu menginfeksi keseluruhan jaringan organisasi yang ditargetkan untuk merebut kontrol penuh pada seluruh level yang memungkinkan,” tulis Kaspersky.

Hasil laboratorium Kaspersky mengungkap para korban utama dari pelaku serangan yaitu operator telekomunikasi, pemerintah, lembaga keuangan, lembaga penelitian, lembaga dan individu politik multinasional, yang terlibat dalam penelitian matematika/cryptographical yang canggih.

Sementara itu, korban dari serangan ini ditemukan di Algeria, Afghanistan, Belgia, Brazil, Fiji, Jerman, Iran, India, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Pakistan, Suriah. dan Rusia.

Ditambahkan, Regin ditujukan untuk mengumpulkan data rahasia dari jaringan yang diserang dan melakukan beberapa jenis serangan lainnya.

Peneliti menuliskan pelaku di balik Regin mampu mengendalikan jaringan terinfeksi dari jarak jauh, bahkan beberapa lembaga mampu dikendalikan di satu negara.

Costin Raiu, Direktur Analisis dan Riset Global Kaspersky Lab menyoroti kemampuan Regin yang bisa menginveksi jaringan GSM. Ia mengingatkan, meski semua jaringan GSM memiliki mekanisme melacak tersangka, melalui penegak hukum, tapi menurut dia pihak lain bisa membajak kemampuan ini dan dimanfaatkan untuk melancarkan serangan. “Kemampuan untuk menembus dan memantau jaringan GSM mungkin merupakan aspek yang paling tidak biasa dan menarik dari operasi ini,” tulis Raiu.

Sumber: Viva.co.id


LEAVE A REPLY

1 × four =